Permandian alam puncuk buhit
Danau SidihoniKabupaten Samosir
DANAU di atas danau. Itulah salah satu keunikan Pulau Samosir. Terdapat dua danau di pulau yang ada di tengah Danau Toba. Danau Sidihoni dan Aek Natonang. Keduanya ada di dua kecamatan yang berbeda. Sidihoni di Pangururan dan Aek Natonang di Simanindo.
DANAU Sidihoni yang berjarak 8 kilometer dari Panguruan ini cukup indah. Pemandangan di sekitar danau bisa dipantulkan oleh air danau. Dikelilingi oleh bukit landai berwarna hijau muda dan deretan pohon pinus, semakin menambah keindahan. Sayang, danau berair jernih ini belum dikelola dengan baik. Sebagian besar penduduk di sekitar danau masih memanfaatkan airnya untuk fasilitas mandi cuci kakus (MCK). Selain itu, terbatasnya sarana prasarana transportasi juga membuat obyek wisata ini jarang mendapat kunjungan wisatawan.
Begitu juga dengan Aek Natonang di Desa Tunjungan. Aksesibilitas ke danau seluas 105 hektar ini juga kurang baik. Ditambah minimnya sarana prasarana pendukung, membuat Aek Natonang tidak mendapat kunjungan wisatawan.
Masih banyak keunikan budaya dan sejarah yang dijadikan obyek wisata di Samosir. Pusuk Buhit dipercaya sebagai tempat asal suku Batak, pemandian air panas, museum budaya, Tuktuk Siadong sebagai tempat penginapan dan pemandian, serta Tano Ponggol, daratan penghubung antara Pulau Samosir dan dataran Sumatera. Sebelum berpisah dari Toba Samosir, kabupaten yang sebagian besar berlokasi di Pulau Samosir ini ditetapkan menjadi daerah pariwisata andalan Sumatera Utara (Sumut).



