Wednesday, May 30, 2007
DAERAH WISATA KABUPATEN SAMOSIR

Mari berkunjung ke Kabupaten Samosir, Nikmati panorama Danau Toba yang indah dan sejuk. Sebagai Danau Warisan Dunia yang masih Tersisa.



Permandian alam puncuk buhit

Danau Sidihoni


Kabupaten Samosir

DANAU di atas danau. Itulah salah satu keunikan Pulau Samosir. Terdapat dua danau di pulau yang ada di tengah Danau Toba. Danau Sidihoni dan Aek Natonang. Keduanya ada di dua kecamatan yang berbeda. Sidihoni di Pangururan dan Aek Natonang di Simanindo.

DANAU Sidihoni yang berjarak 8 kilometer dari Panguruan ini cukup indah. Pemandangan di sekitar danau bisa dipantulkan oleh air danau. Dikelilingi oleh bukit landai berwarna hijau muda dan deretan pohon pinus, semakin menambah keindahan. Sayang, danau berair jernih ini belum dikelola dengan baik. Sebagian besar penduduk di sekitar danau masih memanfaatkan airnya untuk fasilitas mandi cuci kakus (MCK). Selain itu, terbatasnya sarana prasarana transportasi juga membuat obyek wisata ini jarang mendapat kunjungan wisatawan.

Begitu juga dengan Aek Natonang di Desa Tunjungan. Aksesibilitas ke danau seluas 105 hektar ini juga kurang baik. Ditambah minimnya sarana prasarana pendukung, membuat Aek Natonang tidak mendapat kunjungan wisatawan.

Masih banyak keunikan budaya dan sejarah yang dijadikan obyek wisata di Samosir. Pusuk Buhit dipercaya sebagai tempat asal suku Batak, pemandian air panas, museum budaya, Tuktuk Siadong sebagai tempat penginapan dan pemandian, serta Tano Ponggol, daratan penghubung antara Pulau Samosir dan dataran Sumatera. Sebelum berpisah dari Toba Samosir, kabupaten yang sebagian besar berlokasi di Pulau Samosir ini ditetapkan menjadi daerah pariwisata andalan Sumatera Utara (Sumut).

 
posted by polmen at 12:21 AM | Permalink | 0 comments
Monday, May 28, 2007
LAKE TOBA TRAVEL

Lake Toba Travel Info

Lake Toba, or Danau Toba in Indonesian, is the largest year-round lake in Southeast Asia. Although it is smaller in size than the Tonle Sap of Cambodia, unlike the Tonle Sap, Lake Toba is pretty consistent in its size. Also, being a volcanic lake, Lake Toba is much, much deeper than Tonle Sap. Hence, it holds much more water than Tonle Sap, 240 km3 vs about for Tonle Sap.

Lake Toba is approximately 90 km long and 900 m above sea level. The catchment area for Lake Toba includes peaks over 2000 m high. Being in the highlands, Lake Toba enjoys a cool temperature that averages 20ºC.

Lake Toba is said to have been created by the massive Toba eruption that happened about 71500 years ago. It is said to be the largest volcanic eruption to have occured in the last two million years. It threw up 2800 cubic km of volcanic material (a volume equal to over ten times all the water within Lake Toba today). In comparison, the 1980 eruption of Mount St Helen emitted just 1 cubic km of material. More recent movement of the magma chamber pushed Samosir Island and Uluan Peninsula above the surface of the lake. This is due to the upward pressure exerted by the unerupted magma.

Just like at Tonle Sap, a whole civilisation developed on the shores of Lake Toba in the form of the Toba Batak people who inhabits the lake and Samosir Island.

Prapat is a major town on the east shore of Lake Toba. It is located on a peninsula that juts into the lake. On Samosir Island, major villages include Tuk Tuk, Tomok, Simanindo and Ambarita. A scenic mountain road skirts Lake Toba on its eastern shore affording scenic views of the lake. One of the best viewpoints of the lake is located just out of the village of Tongging, close to the Sipisopiso Waterfall.

A isle on Lake Toba.


Wild alang-alang grass growing on the slopes of the Toba crater


 
posted by polmen at 8:49 PM | Permalink | 0 comments